Jalan Rimba Mulya No. 11 Kota Madiun. East Java.

Unsur Interpretasi Citra

Unsur Interpretasi Citra 


1) Rona dan Warna

Rona (tone/color tone/grey tone) adalah tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan objek pada citra. Rona pada foto pankromatik merupakan atribut bagi objek yang berinteraksi dengan seluruh spektrum tampak yang sering disebut sinar putih, yaitu spektrum dengan panjang gelombang (0,4 – 0,7) μm. Berkaitan dengan penginderaan jauh, spektrum demikian disebut spektrum lebar, jadi rona merupakan tingkatan dari hitam ke putih atau sebaliknya.

Warna merupakan ujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak. Sebagai contoh, objek tampak biru, hijau, atau merah bila hanya memantulkan spektrum dengan panjang gelombang (0,4 – 0,5) μm, (0,5 – 0,6) μm, atau (0,6 – 0,7) μm. Sebaliknya, bila objek menyerap sinar biru maka ia akan memantulkan warna hijau dan merah. Sebagai akibatnya maka objek akan tampak dengan warna kuning.

Berbeda dengan rona yang hanya menyajikan tingkat kegelapan, warna menunjukkan tingkat kegelapan yang lebih beraneka. Ada tingkat kegelapan di dalam warna biruhijaumerahkuningjingga, dan warna lainnya. Meskipun tidak menunjukkan cara pengukurannya, Estes et al. (1983) mengutarakan bahwa mata manusia dapat membedakan 200 rona dan 20.000 warna. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pembedaan objek pada foto berwarna lebih mudah bila dibanding dengan pembedaan objek pada foto hitam putih. Pernyataan yang senada dapat diutarakan pula, yaitu pembedaan objek pada citra yang menggunakan spektrum sempit lebih mudah daripada pembedaan objek pada citra yang dibuat dengan spektrum lebar, meskipun citranya sama-sama tidak berwarna. Asas inilah yang mendorong orang untuk menciptakan citra multispektral.


Rona dan warna disebut unsur dasar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya rona dan warna dalam pengenalan objek. Tiap objek tampak pertama pada citra berdasarkan rona atau warnanya. Setelah rona atau warna yang sama dikelompokkan dan diberi garis batas untuk memisahkannya dari rona atau warna yang berlainan, barulah tampak bentuk, tekstur, pola, ukuran dan bayangannya. Itulah sebabnya maka rona dan warna disebut unsur dasar.

Rona dan warna sangat tergantung pada hal-hal berikut :
  • Karakteristik obyek dapat berupa permuakaan yang kasar atau halus, kering atau basah.
  • Bahan yang digunakan pembuatan film
  • Pemrosesan imulsi dapat dibuat redup, cerah dan gelap
  • Keadaan cuaca
  • Letak obyek / lokasi obyek
  • Waktu pemotretan

 

2) Bentuk

Bentuk merupakan variabel kualitatif yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu objek (Lo, 1976). Bentuk merupakan atribut yang jelas sehingga banyak obyek yang dapat dikenali berdasarkan bentuknya saja. Contoh pengenalan obyek berdasarkan  bentuk adalah sebagai berikut : Tajuk pohon palma (kelapa, aren, nipa, lontar dan lain-lain) berbentuk bintang pohon pinus berbentuk kerucut, bamboo berbentuk bulu-bulu, dll.
Dalam bahasa inggris bentuk, berarti shape dan formShape ialah bentuk luar atau bentuk umum, sedangkan form merupakan susunan atau struktur yang bentuknya lebih rinci. 

Contoh shape atau bentuk luar:
  • Bentuk bumi bulat
  • Bentuk wilayah Indonesia memanjang sejauh sekitar 5.100 km.
Contoh form atau bentuk rinci:
  • Pada bumi yang bentuknya bulat terdapat berbagai bentuk relief atau bentuk lahan seperti gunungapi, dataran pantai, tanggul alam, dsb.
  • Wilayah Indonesia yang bentuk luarnya memanjang, berbentuk (rinci) negara kepulauan. Wilayah yang memanjang dapat berbentuk masif atau bentuk lainnya, akan tetapi bentuk wilayah kita berupa himpunan pulau-pulau.
Baik bentuk luar maupun bentuk rinci, keduanya merupakan unsur interpretasi citra yang penting. Banyak bentuk yang khas sehingga memudahkan pengenalan objek pada citra.

Contoh pengenalan objek berdasarkan bentuk

  • Gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I, L, U, atau berbentuk empat segi panjang
  • Tajuk pohon palma berbentuk bintang, tajuk pohon pinus berbentuk kerucut, dan tajuk bambu berbentuk bulu-bulu
  • Gunungapi berbentuk kerucut, sedang bentuk kipas alluvial seperti segitiga yang alasnya cembung
  • Batuan resisten membentuk topografi kasar dengan lereng terjal bila pengikisannya telah berlangsung lanjut
  • Bekas meander sungai yang terpotong dapat dikenali sebagai bagian rendah yang berbentuk tapal kuda

3)  Ukuran
Ukuran ialah atribut objek berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume. Karena ukuran objek pada citra merupakan fungsi skala, maka di dalam memanfaatkan ukuran sebagai unsur interpretasi citra harus selalu diingat skalanya.

Contoh pengenalan objek berdasarka ukuran:

  • Ukuran rumah sering mencirikan apakah rumah itu rumah mukim, kantor, atau industri. Rumah mukim umumnya lebih kecil bila dibanding dengan kantor atau industri.
  • Lapangan olahraga di samping dicirikan oleh bentuk segi empat, lebih dicirikan oleh ukurannya, yaitu sekitar 80 m x 100 m bagi lapangan sepak bola, sekitar 15 m x 30 m bagi lapangan tenis, dan sekitar 8 m x 10 m bagi lapangan bulu tangkis.
  • Nilai kayu di samping ditentukan oleh jenis kayunya juga ditentukan oleh volumenya. Volume kayu bisa ditaksir berdasarkan tinggi pohon, luas hutan serta kepadatan pohonnya, dan diameter batang pohon.


4) Tekstur

Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra (Lillesand dan Kiefer, 1979) atau pengulangan rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual (Estes dan Simonett, 1975). Tekstur sering dinyatakan dengan kasar, halus, dan belang-belang. Contoh pengenalan objek berdasarkan tekstur:

  • Hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, semak bertekstur halus.
  • Tanaman padi bertekstur halus, tanaman tebu bertekstur sedang, dan tanaman pekarangan bertekstur kasar .
  • Permukaan air yang tenang bertekstur halus.


5) Pola

Pola, tinggi, dan bayangan pada peta dikelompokkan ke dalam tingkat kerumitan tertier. Tingkat kerumitannya setingkat lebih tinggi dari tingkat kerumitan bentuk, ukuran, dan tekstur sebagai unsur interpretasi citra. Pola atau keteraturan suatu gejala pada suatu ruang. Pola menunjukkan sifat atau ciri khusus dari benda buatan manusia dan obyek-obyek alamiah seperti berikut ini :
  • Obyek buatan manusia berupa pemukiman transmigrasi atau komplek perumahan mewah polanya teratur, tetapi pemukiman biasanya polanya tidak teratur.
  • Tanaman perkebunan seperti, kopi, karet, kelapa sawit mudah dikenali karena polanya teratur, dilihat dalam jarak antar tanaman, pola larik, dan lain-lain. Sedangkan hutan atau belukar sukar dikenali karena polanya yang tidak beraturan. 

6) Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Objek atau gejala yang terletak di daerah bayangan pada umumnya tidak tampak sama sekali atau kadang-kadang tampak samar-samar. Meskipun demikian, bayangan sering merupakan kunci pengenalan yang penting bagi beberapa objek yang justru lebih tampak dari bayangannya.
Contoh:

  • Cerobong asap, menara, tangki minyak, dan bak air yang dipasang tinggi lebih tampak dari bayangannya.
  • Tembok stadion, gawang sepak bola, dan pagar keliling lapangan tenis pada foto berskala 1: 5.000 juga lebih tampak dari bayangannya.
  • Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan.


7) Situs atau tapak

Bersama-sama dengan asosiasi, situs dikelompokkan ke dalam kerumitan yang lebih tinggi pada Gambar diatas. Situs bukan merupakan ciri objek secara langsung, melainkan dalam kaitannya dengan lingkungan sekitarnya. Situs diartikan dengan berbagai makna oleh para pakar, yaitu:
  • Letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya (Estes dan Simonett, 1975). Di dalam pengertian ini, Monkhouse (1974) menyebutnya situasi, seperti misalnya letak kota (fisik) terhadap wilayah kota (administratif), atau letak suatu bangunan terhadap parsif tanahnya. Oleh van Zuidam (1979), situasi juga disebut situs geografi, yang diartikan sebagai tempat kedudukan atau letak suatu daerah atau wilayah terhadap sekitarnya. Misalnya letak iklim yang banyak berpengaruh terhadap interpretasi citra untuk geomorfologi.
  • Letak objek terhadap bentang darat (Estes dan Simonett, 1975), seperti misalnya situs suatu objek di rawa, di puncak bukit yang kering, di sepanjang tepi sungai, dsb. Situs semacam ini oleh van Zuidam (1979) disebutkan situs topografi, yaitu letak suatu objek atau tempat terhadap daerah sekitarnya.
Situs ini berupa unit terkecil dalam suatu sistem wilayah morfologi yang dipengaruhi oleh faktor situs, seperti:
  • beda tinggi,
  • kecuraman lereng,
  • keterbukaan terhadap sinar,
  • keterbukaan terhadap angin, dan
  • ketersediaan air permukaan dan air tanah.
Lima faktor situs ini mempengaruhi proses geomorfologi maupun proses atau perujudan lainnya.
Contoh:

  • Tajuk pohon yang berbentuk bintang mencirikan pohon palma. Mungkin jenis palma tersebut berupa pohon kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, atau jenis palma lainnya. Bila tumbuhnya bergerombol (pola) dan situsnya di air payau, maka yang tampak pada foto tersebut mungkin sekali nipah.
  • Situs kebun kopi terletak di tanah miring karena tanaman kopi menghendaki pengaturan air yang baik.
  • Situs pemukiman memanjang umumnya pada igir beting pantai, tanggul alam, atau di sepanjang tepi jalan.


8) Assosiasi

Asosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara objek yang satu dengan objek lain. Adanya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu objek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya objek lain.
Contoh:

  • Di samping ditandai dengan bentuknya yang berupa empat persegi panjang serta dengan ukurannya sekitar 80 m x 100 m, lapangan sepak bola di tandai dengan adanya gawang yang situsnya pada bagian tengah garis belakangnya. Lapangan sepak bola berasosiasi dengan gawang. Kalau tidak ada gawangnya, lapangan itu bukan lapangan sepak bola. Gawang tampak pada foto udara berskala 1: 5.000 atau lebih besar.
  • Stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang).
  • Gedung sekolah di samping ditandai oleh ukuran bangunan yang relatif besar serta bentuknya yang menyerupai I, L, atau U, juga ditandai dengan asosiasinya terhadap lapangan olahraga. Pada umumnya gedung sekolah ditandai dengan adanya lapangan olahraga di dekatnya.


9. Konvergensi Bukti

Konvergensi bukti adalah penggunaan beberapa unsure interprestasi citra sehingga lingkungannya menjadi semakin menyempit ke arah satu kesimpulan.  Contoh, tumbuhan dengan tajuk berbentuk bintang, pohon tersebut jelas berupa pohon palma.  Mungkin pohon tersebut berupa pohon kelapa, kelapa sawit, nipah, enau, atau sagu.  Agar dapat memberikan suatu kesimpulanyang jelas, dalam menginterprestasi, citra tersebut perlu dilengkapi dengan unsur lain.


Identifikasi Unsur Geografi pada Citra


Berikut merupakan identifikasi unsur geografi pada citra, yakni: 


1) Bentang Budaya

     Berikut merupakan contoh bentang budaya, yakni:

  • Jalan
  • Tekstur halus
  • Rona berbeda jelas terhadap sekitarnya dan umumnya cerah
  • Bentuk memanjang dengan lebar seragam dan relatif lurus
  • Simpang jalan pada umumnya tegak lurus atau mendekati tegak lurus 
  • Jalan Kereta Api
  • Belokan atau tikungan melengkung
  • Kadang tampak gerbong kereta api
  • Menyeruapai jalan tetapi percabangannya runcing
  • Lebih datar daripada jalan 
  • Stasiun Kereta Api
  • Bangunan rumah terpisah dari rumah lain
  • Bagi stasiun besar ada rel kereta api yang hilang di satu sisi rumah dan timbul di sisi lain
  • Berasosiasi dengan percabangan rel kereta api dan tampak gerbong kereta api 
  • Lapangan sepak bola
  • Tekstur halus
  • Rona cerah oleh rumput
  • Bentuk segi empat ukuran 100 x 80 m
  • Berasosiasi dengan gawang 
  • Jembatan
  • Ada lembah sungai/saluran irigasi yang menyilang jalan
  • Ada bayangan yang di jelaskan oleh beda tinggi antara jembatan dan sungai
  • Tubuh jembatan pada umumnya sempit daripada tubuh jalan


2)  Bentangan Alam

      Berikut merupakan contoh dari bentangan alam, yakni:

  • Tanaman padi
  • Tekstur halus seragam
  • Terletak pada sawah
  • Rona gelap pada usia muda, abu-abu pada umur 2 bulan, dan cerah pada siap panen
  • Tanaman tebu
  • Tekstur lebih kasar dari pada padi dan tampak jalur larikannya
  • Rona dan tekstur seragam bentangan daerah yang cukup luas
  • Kebun Kelapa
  • Rona Cerah
  • Tinggi mencapai 15 m
  • Tajuk pohon jelas berbentuk bintang
  • Pola teratur dengan jarak + 10 m
  • Di tanam di tanah yang mudah meresapkan air
  • Sungai
  • Warna permukaan air seragam
  • Air jernih berwarna cerah, air kotor berwarna gelap
  • Dataran Banjir
  • Permukaan rata dan letaknya lebih rendah, kadang di semua Oxbow lake
  • Tampak sungainya meskipun kadang jauh
  • Rona seragam atau tidak seragam
  • Digunakan untuk pertanian

Sekian artikel mengenai Pengertian Citra dan Interpretasi Citra dan Unsur-unsur Interpretasi Citra. dijelaskan dengan detail mengenai pengertian citra, macam macam citra, pengertian interpretasi citra, pemanfaatan interpretasi citra, unsur unsur citra, menghitung skala citra, dan identifikasi obyek dengan citra. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kekritisan anda semuanya.

No comments:

Post a Comment