INTERPRETASI CITRA
Pengertian
Prinsip-prinsip interpretasi citra telah dikembangkan secara empiris lebih
dari 150 tahun. Yang paling dasar dari prinsip-prinsip ini adalah unsur-unsur
interpretasi citra di antaranya: lokasi, ukuran, bentuk, bayangan, nada /
warna, tekstur, pola, tinggi/kedalaman dan situs/situasi/asosiasi. Unsur-unsur
ini secara rutin digunakan ketika menafsirkan sebuah foto udara atau
menganalisis gambar foto. Seorang juru gambar yang terlatih menggunakan banyak
unsur-unsur selama analisis nya tanpa berpikir tentang mereka. Namun, pemula
mungkin tidak hanya harus memaksa dirinya untuk secara sadar mengevaluasi objek
yang tidak diketahui sehubungan dengan unsur-unsur, tetapi juga menganalisis
makna dalam kaitannya dengan objek lain atau fenomena dalam foto atau gambar.
Interpretasi foto dapat didefinisikan sebagai: "tindakan memeriksa gambar foto untuk tujuan mengidentifikasi objek dan menilai signifikansi mereka" (Colwell, 1997 dalam Wikipedia).
Pengertian dari Citra adalah
gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lain. Atau gambaran obyek sebagai
hasil pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan oleh sebuah lensa atau
cermin terhadap obyek.
Macam-macam Citra
![]() |
| Gambar 1. Foto Citra |
Citra memiliki banyak sekali macamnya, seperti:
1) Citra Foto
Citra foto
adalah gambaran suatu obyek yang dibuat dari pesawat udara atau satelit dengan
menggunakan sensor kamera. Berikut macam-macam citra foto, yakni:
- Berdasarkan arah
sumbu kamera
- Foto vertical jika posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
- Foto condong jika posisi sumbu kamera terhadap permukaan bumi membentuk sudut lebih dari 10ยบ. (Agak condong / Low Ablique : apabila cakrawala tidak tergambar pada foto dan Sangat condong / high ablique : jika pada foto tampak cakrawala)
- Foto konvergen : dua foto agak condong menggambarkan obyek atau daerah yang sama tetapi arah sumbunya konvergen atau cenderung bertemu.
- Berdasarkan
wahananya / alat Bantu dimana sensor diletakkan.
- Foto udara yaitu foto yang dibuat dari pesawat udara atau balon.
- Foto satelit yaitu foto yang dibuat dari satelit atau foto orbital.
- Foto Terestorial (foto darat)
Foto dibuat pada satu titik di
darat, di lereng, menara, pohon atau jembatan
- Berdasarkan warna yang digunakan.
- Foto berwarna asli, warna obyek sama dengan warna foto. Misalnya : hutan berwarna hijau, laut berwarna biru.
- Foto berwarna tidak asli, warna obyek tidak sama warna foto, biasanya pemotretannya menggunakan warna infra merah sehingga warna pemotretannya tidak sama dengan warna obyek yang dipotret sebagai akibat pemantulan sinar infra merah oleh obyek yang difoto.
- Foto hitam putih obyek foto hanya kelihatan hitam dan putih saja.
- Berdasarkan spectrum
elektromagnetiknya.
- Foto infra merah asli yaitu foto yang pembuatannya menggunakan proses spectrum infra merah. Dekat dengan panjang gelombang 0,9-1,2 mikrometer. Infra merah dapat mencapai bagian dalam daun sehingga baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman termasuk yang sehat atau sakit.
- Foto infra merah modifikasi, foto yang proses pembuatannya menggunakan modifikasi antara spectrum infra merah dekat dengan spectrum tampak pada saluran merah dan saluran hijau. Obyek yang difoto tidak segelap dengan infra merah sehingga dapat dibedakan dengan air.
- Foto Ultraviolet foto yang pembuatannya menggunakan spectrum ultraviolet dekat. Panjang gelombang 0,29 mikrometer sangat baik mendeteksi tumpahan minyak dilaut, batuan kapur, jalan aspal dan membedakan atap logam yang tidak dicat.
- Foto pankromatik foto yang pembuatannya menggunakan semua spectrum mulai dari sinar merah sampai sinar ungu. Kepekaan film sama dengan mata manusia. Baik untuk mendeteksi pencemaran air penyebaran air tanah permukaan kerusakan banjir.
- Foto Ortokromatik foto yang pembuatannya menggunakan spektrum sinar biru sampai hijau (0,4-0,56 mikrometer). Obyek tampak jelas, bermanfaat studi pantai karena memiliki film yang peka obyek di bawah air, sangat baik untuk survey vegetasi karena daun hijau tergambar dengan kontras.
- Berdasarkan jenis kamera yang
digerakkan.
- Foto tunggal : dengan kamera tunggal, daerah liputan hanya tergambar satu lembar foto.
- Jamak : Beberapa foto, dibuat saat yang sama, liputan yang sama juga. Foto Jamak dibedakan menjadi:
- Foto Multi spektral : Beberapa foto untuk daerah sama dengan beberapa kamera atau satu kamera dengan beberapa lensa. Lensa dengan band (saluran) yang berbeda.
- Foto dengan kamera ganda : pemotretan suatu daerah dengan beberapa kamera dan film yang berbeda pula. Misalnya pankromatik dan infra merah. Sudut kamera ganda : Bagian tengah kamera vertikal, tepi kamera condong.
2) Citra Non Foto
Citra Non Foto adalah gambaran yang diperoleh dari sensor bukan kamera
atau citra yang pemotretannya dari luar angkasa melalui satelit, berikut merupakan
citra non foto, yakni:
- Berdasarkan
spektrum elektromagnetik.
- Citra infra merah adalah citra yang dibuat dengan spectrum infra merah termal. Penginderaan ini berdasarkan atas perbedaan suhu obyek dan beda daya yang dipancarkan oleh obyek. Sehingga obyek dapat dibedakan berdasarkan tingkat kecerahan atau rona dan perbedaan warna.
- Citra radar dan citra gelombang mikro adalah citra yang dibuat dengan spetrum gelombang mikro. Citra radar menggunakan sistem aktif atau tenaga buatan sedangkan citra mikro dengan menggunakan sistem pasif atau tenaga alamiah.
- Berdasarkan
sensornya
- Citra tunggal adalah citra yang dibuat degan penggunaan sensor tunggal dengan saluran lebar.
- Citra Multispektral adalah citra yagn dibuat dengan penggunaan sensor jamak dengan saluran sempit. Terdiri dari : Citra RBV (Return Beam Vidicom), Sensornya kamera hasilnya tidak dalam bentuk foto kamera detektornya non film dan prosesnya non foto grafik dan Citra MSS (Multi Spektral Scanner), Sensornya spectrum tampak atau spectrum infra merah thermal.
- Berdasarkan
Wahananya
- Citra dirgantara yaitu citra yang diperoleh dengan menggunakan wahana yag beroperasi di udara atau dirgantara. Misalnya citra infra merah, radar dan MSS (Multi Spectral Scenner). Disebut juga : AIRBONE IMAGE.
- Citra satelit citra yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari satelit : Satelit / Spaceborne Image), Misal :
- Citra satelit untuk penginderaan planet : Citra Viking, Cassini, Tanger, Luna, Venera,dll.
- Citra penginderaan cuaca : NOAA, METEOR
- Citra penginderaan sumber daya alam.misalnya : SPOT, LANDSAT, SOYUZ
- Citra penginderaan laut : SEASAT, MOS

No comments:
Post a Comment