Jalan Rimba Mulya No. 11 Kota Madiun. East Java.

Klasifikasi Interpretasi

Klasifikasi adalah suatu proses mengelompokkan elemen gambar ke dalam klas atau kategori yang telah dideterminasikan berdasarkan kecerahan warna atau digital number suatu elememen gambar. Apa yang perlu dilakukan sebelum melakukan klasifikasi? Untuk menghasilkan suatu kelas tematik tertentu, analis perlu mempersiapkan dan melakukan: 
a. Membuat skema kelas atau kategori 
b. Memahami variasi dari penutupan lahan  
c. Memahami variasi dari respon spektral terhadap obyek 
d. Membuat hubungan antara respon spektral dengan variasi pada penutupan lahan. 

Prinsip dasar interpretasi Dalam membuat skema kelas, analis harus mempertimbangkan prinsip-prinsip berikut: 
a. Exhaustive (menyeluruh): 
    Analis harus membagi seluruh penutupan lahan yang ada dalam citra ke dalam kelas. 
b. Mutualle exclusive. 
    Kelas yang dibangun harus mengikuti diagram pohon. Sehingga ketika beberapa kelas perlu 
    digabung ke dalam satu kelas maka dia harus mengikuti diagram, beberapa kelas dapat digabung 
    ke dalam satu kelas tunggal. 
c. Memiliki aturan pelabelan 
d. Hierarchical (hierarchy): 
    Kelas harus dirancang secara hierarkhis. Tiap kelas penutupan lahan yang dibuat harus ketemu 
    dengan di atasnya.  

Berikut ilustrasi dari persiapan klasifikasi penutupan lahan, apakah klas-klas sesuai keperluan atau tidak. 

1.  Kelas Penutupan Lahan 1 
  • Kelas  Tubuh air  
  • Tanah kosong  
  • Areal terbangun  
  • Hutan Rapat  
  • Hutan Kerapatan Sedang  
  • Hutan Kerapatan Rendah  
  • Hutan Muda  
  • Hutan Tanaman  

  1. Apakah Kelas Penutupan Lahan 1 sesuai kriteria  Exhaustive (menyeluruh)? Jawabannya adalah belum, sebab penutupan lahan lain seperti semak belukar, rumput belum disebutkan. 
  2. Bagaimana dengan kriteria Mutually axclusive? Jawabannya belum juga, sebab Hutan Muda (yang dalam pertumbuhan) adalah tidak selevel dengan hutan tanaman atau hutan alam (rapat, kerapatan sedang, kerapatan rendah). 
  3. Bagaimana denga kriteria keperluan pelabelan? Jawabannya belum juga, sebab hutan alam rapat, hutan alam kerapatan sedang, dan hutan alam kerapatan rendah belum secara jelas-tidak ada kategori yang tersedia. 
  4. Bagaimana kelas-kelas tersebut dapat diperbaiki? 


Coba bandingkan dengan penutupan lahan sebagaimana berikut: 

2. Kelas penutupan lahan 2 
  • Kelas Tubuh Air 
  • Tanah kosong 
  • Areal Terbangun 
  • Padang Rumput 
  • Semak Belukar 
  • Hutan Alam Rapat (N>400 pohon/ha) 
  • Hutan Kerapatan Sedang (N>200-400 pohon/ha) 
  • Hutan Kerapatan Rendah (N<200 pohon/ha) 
  • Hutan Tanaman Muda (tegakan umur < 5 tahun) 
  • Hutan Tanaman Tua (tegakan umur >= 5 tahun) 


Secara umum, skema klasifikasi ini disajikan pada gambar berikut. 



No comments:

Post a Comment